Mancing Ikan Baronang RAFAC Ancol 2014

Sekitar 63 penarik kail ikan baronang itu menyesaki pinggir Dermaga 22-23 untuk beradu tangkas mengail aneka ikan baronang menyerupai baronang tompel, baronang angin, baronang susu atau baronang batik. “Yang terberat hari ini bobotnya sekitar 144 gram,” ujar Agung Wongci, koordinator acara.
Bebeja.com yang hadir menyaksikan program tersebut melihat perangkat memancing ikan baronang tersebut tidak ribet. Sebut saja joran tegek sepanjang 4-5 meter tanpa reel, kail garong plus pelampung, dan umpan yang terdiri atas lumut hijau, lumut lumpur, dan kijing, bahkan nasi yang dilumat. “Ikan baronang suka lumut alasannya beliau memang pemakan tumbuhan,” kata Agung.

Nah adrenalin para penarik kail itu beringsut naik ketika pelampung yang menggantung di udara setinggi 10 cm dari permukaan air terlihat bergetar. Itu tanda Siganus sp tengah mengerogoti umpan.
Sepintas sulit dilihat karena angin juga ikut mengoyang pelampung. Namun jam terbang dan feeling para penarik kail itu yang pada ujungnya menjadi senjata penentu. Tanpa basa-basi para penarik kail akan pribadi menyentak dan hup…dari 6 mata kail, salah satunya “semoga” akan menyangkut, entah di bab bawah ekspresi atau kawasan seputar muka ikan baronang.

Belum ada Komentar untuk "Mancing Ikan Baronang RAFAC Ancol 2014"
Posting Komentar