Tepung Sagu Bukan Tepung Tapioka

Namun yang terjadi? Setiap kali Frederick meminta tepung sagu, yang diberikan selalu saja tepung tapioka. “Pedagangnya bilang ini tepung sagu,” kata Frederick mengenang. Pehobi alat musik gitar itu paham betul sosok tepung sagu. “Tepung sagu warnanya tidak seputih tepung tapioka, dan terasa berangasan jikalau dipegang,” ujar Frederick yang pada akibatnya batal menciptakan papeda itu.

Hingga pertengahan 1980-an tepung sagu yang beredar di pasar Pulau Jawa ialah tepung sagu sesungguhnya. Tepung sagu itu antara lain berasal dari panen sagu di pusat sagu menyerupai di Provinsi Banten dan Riau. Namun seiring waktu, pasokan batang sagu berkurang sehingga industri pengolahan tepung sagu banyak melarat yang berimbas kepada minimnya pasokan di pasar.
Walhasil tepung tapioka masuk sebagai subsitusi jawaban kelangkaan tepung sagu itu. Apalagi secara fisik, sosok pati singkong dan sagu nyaris kolam pinang dibelah dua: putih dan bertekstur agak lembut.
Yang uniknya lagi seiring waktu, masyarakat menjadi salah kaprah dengan memaknai sagu sebagai tepung, menyerupai penyebutan sagu aren untuk tepung aren atau sagu mutiara bagi tepung mutiara.
Namun bagi yang sudah terbiasa menggunakan tepung sagu menyerupai Frederick, terang kedua tepung itu berbeda, tepung sagu bukan tepung tapioka.
Belum ada Komentar untuk "Tepung Sagu Bukan Tepung Tapioka"
Posting Komentar