Jambore Peternakan Nasional 2017 (3): Domba Garut Bulu Hitam

Domba garut jantan berbulu hitam memang jauh dari kesan elok. Namun jangan salah, dia disukai sebagai domba garut tangkas karena, “Warna hitam identik dengan ciri berpengaruh dan andal,” kata Asep, peternak domba dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Itu sejalan riset Denie Heriyadi dari Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran yang tertuang dalam Jurnal Ilmu Ternak Volume 5 pada Desember 2005. Denie mengungkap domba garut jantan berbulu hitam mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi ketimbang warna lain menyerupai putih atau kombinasi hitam-putih.
Penelitian Denie di 7 kabupaten di Jawa Barat, yakni Kabupaten Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Sukabumi, Bogor, dan Purwakarta dengan total 242 domba garut itu juga menguak kombinasi motif bulu paling mayoritas dengan persentase 86% yakni hitam-putih. Berikutnya 19,83% hitam dan 14,88% belang sapi. Belang sapi merupakan kombinasi hitam-putih dengan hitam besar di atas di atas putih. Setidaknya terdapat 24 varian motif bulu pada domba garut.
Tak hanya warna, riset itu juga mengungkapkan dominasi bentuk tanduk domba garut jantan yang mayoritas mempunyai bentuk gayor (51,65%), ngabendo (17,36%), dan leang (16,53%). Tanduk gayor bentuknya mengarah ke bawah hingga melebihi lebar muka dan ujung tanduk sedikit melengkung ke luar. Tanduk ngabendo terlihat melingkar ke arah belakang satu putaran dan ujungnya tidak melebihi batas mulut.


Belum ada Komentar untuk "Jambore Peternakan Nasional 2017 (3): Domba Garut Bulu Hitam"
Posting Komentar