Trombosit Melonjak Berkat Daun Ubi Jalar

Air rebusan itu yang kemudian Safri berikan kepada istri, Santi, sehari 2 kali, pada pagi dan malam hari. Walhasil dalam 2 hari trombosit Santi pun mencapai 236.000 dari sebelumnya 98.000 ketika pertamakali masuk rumah sakit. Pada hari ke-3, Santi sudah diijinkan pulang oleh dokter alasannya trombositnya stabil di 240.000.
Khasiat daun ubi jalar untuk meningkatkan trombosit pada penderita demam berdarah gotong royong sudah usang dipraktekkan. Warga Filipina, yang bekerja di tempat pertambangan, contohnya selalu meminum air rebusan ubi jalar untuk mengatasi serangan virus dengeue, penyebab demam berdarah. Virus dengue yang masuk ke badan akan menyerang monosit-salah satu tipe sel darah putih-yang berperan membangun kekebalan tubuh.
Jika jumlah trombosit berkurang, gampang terjadi pendarahan, bahkan kematian. Penderita pun mengalami renjatan alias syok. Syok akhir merosotnya jumlah trombosit itu perlu sesegera mungkin ditangani untuk menghindari kematian. Konsumsi garam isotonik atau larutan ringer asetat yang selama ini dilakukan hanya mengganti volume plasma yang hilang.

Belum lagi kandungan antosianin dan polifenol yang berkhasiat sebagai antiperadangan dan antikanker. Kandungan polifenol dalam daun ubi jalar juga berperan sebagai antioksidan untuk memperbaiki sistem imun atau kekebalan tubuh. Kekebalan badan yang terdongkrak bisa melawan virus dengeu yang menyerang tubuh.
Belum ada Komentar untuk "Trombosit Melonjak Berkat Daun Ubi Jalar"
Posting Komentar