Lempeng Pengukur Nitrogen Padi

Bekal keahlian Wira itu hanya sebuah lempeng tipis yang disebut denah warna daun (BWD). Wira tinggal mencocokkan warna daun padi dengan warna-warna yang terlihat pada alat buatan International Rice Research Institute (IRRI) di Filipina yang dirilis pada 2000.
Lempeng tipis berbahan plastik itu tebalnya 3 mm, panjang 15 cm, dan lebar 8 cm. Lempeng itu terdiri atas 4 warna yang merupakan gradasi warna hijau, mulai dari hijau muda sampai hijau tua. Semua warna itu menunjukkan flora kekurangan unsur nitrogen. Jika warna daun padi sama persis dengan salah satu warna di lempengan, flora perlu dipupuk sesuai takaran usulan yang tertera. Pantas dengan begitu pemupukan lebih efektif.

Mengapa kehadiran nitrogen penting? Kekurangan unsur nitrogen rupanya menimbulkan padi tumbuh kerdil. Harap mafhum nitrogen materi pembentuk protein. bila ketersediaan nitrogen minim, maka sel pembentuk organ flora tidak terbentuk. Selain itu kekurangan nitrogen menimbulkan flora pucat mengalami klorosis karena minimnya zat hijau daun. Pigmen lain menyerupai xantofil dan antosianin juga memudar.
Riset International Rice Research Institute (IRRI) menunjukkan denah warna daun memang membantu petani mengidentifikasi kebutuhan pupuk pada padi. Penggunaan denah warna daun sangat dianjurkan saat flora memasuki fase vegetatif umur 21-28 hari dan primordia (35-50 hari). Pengecekan denah warna daun dilakukan setiap 7-10 hari.
Berikutnya bila nilai denah warna daun berada di bawah nilai 4,0, takaran pupuk mengandung nitrogen dinaikkan sekitar 25% dari jumlah usulan serta sebaliknya, bila di atas 4,0, takaran pupuk dikurangi sekitar 25% dari jumlah anjuran.
Belum ada Komentar untuk "Lempeng Pengukur Nitrogen Padi"
Posting Komentar